Widget HTML Atas

Tips Perawatan Busi Mobil Untuk Hindari Mogok Di Jalan

Tahukah Anda bahwa salah satu penyebab terbesar kecelakaan mobil di jalan adalah kesalahan busi? Parahnya lagi, pemogokan akibat busi sering terjadi secara spontan. Jika Anda kebetulan berada di jalan yang ramai, tentu akan sulit.

Seperti yang kita ketahui, busi mobil bekerja untuk mengubah tenaga listrik yang diberikan oleh sebuah kumparan untuk memanaskan campuran bahan bakar dan udara di dalam ruang mesin. Agar proses penerangan tetap normal, jelas busi harus sering dirawat.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga busi mobil tetap dalam kondisi prima

1. Periksa Kondisi Kerak Busi Secara Teratur

Padahal, kondisi busi harus diperiksa minimal dua atau tiga bulan sekali. Pemeriksaan terutama untuk melihat posisi tulang belakang (pelapisan karbon) terpasang pada kepala busi.

Dari lapisan kerak dan posisi kepala busi, kita akan mengetahui status kesehatan busi. Ada dua kemungkinan; masih bisa dipakai untuk dibersihkan atau harus diganti karena tidak menghasilkan percikan api sama sekali.

Ketebalan akan menyebabkan masalah pada busi. Karena lapisan jelaga yang berwarna hitam ini akan membuat resistansi busi semakin rendah. Akibatnya tegangan dari kumparan juga rendah. Percikan dari busi juga 

2. Bersihkan Kerak Busi Dengan Sikat

Cangkang yang menempel pada kepala busi harus dibersihkan. Tapi pegangannya jangan sampai merusak kepala busi. Pertama, masukkan busi ke dalam cairan selama 10 menit untuk melunakkan permukaan.

Cuci kepala busi dengan sikat gigi atau sejenisnya. Sebaiknya jangan menggunakan amplas atau sikat kawat, karena akan merusak permukaan busi. Jadi cara yang mungkin dianggap umum digunakan ternyata salah besar.

Terakhir, bersihkan busi dengan penyemprot udara kompresor. Bersihkan juga dengan lap kering agar tidak ada sisa air atau cairan pada kepala busi yang dapat menyebabkan karat.

3. Atur Kerapatan Kepala Busi

Setelah kepala busi bersih, periksa ketebalan kepala busi atau langsung ke area elektroda. Ruang harus diatur dengan baik agar bunga api yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhannya.

Dengan penggunaan busi, efisiensi dan kuantitas elektroda juga berkurang. Yang lebih sulit lagi, kapasitas listrik yang dibutuhkan juga semakin meningkat. Salah satu tandanya, mesin mobil sulit dihidupkan saat dihidupkan.

Lokasi elektroda harus dijaga pada jarak, tidak terlalu dekat atau terlalu jauh. Biasanya luas elektroda yang ideal adalah 0,6 hingga 0,8 mm. Untuk mengencangkan atau menurunkan, Anda bisa menggunakan besi pipih atau obeng pipih.

4. Pasang Busi Dengan Tangan

Setelah dibersihkan, saatnya memasang kembali busi. Mulailah dengan memasang dan memutar busi pada isolator secara manual. Setelah dirasa cukup keras, tinggal menggunakan kunci busi untuk menguncinya.

Memasang busi sebaiknya menggunakan tenaga tangan agar tidak terlalu keras. Jika terlalu keras, akibatnya busi bisa retak atau putus pada isolator atau kabel busi.

Antara busi baru dan busi lama terdapat perbedaan pemasangan. Untuk busi baru, putarannya bisa 180 derajat hingga 240 derajat, meskipun busi lama cukup diganti dengan putaran 30 derajat atau 12 derajat. Bedanya, ring pada busi baru masih lemah.

5. Ganti Semua Busi Berkala

Sebaik apapun perawatannya, busi tetap memiliki masa pakai. Secara total, busi diganti setiap 20.000 mil, serta layanan rutin dan penggantian oli di tempat kerja.

Penggantian busi akan menimbulkan masalah dan membuat mobil tidak nyaman untuk dikendarai. Fiturnya sama seperti ada getaran saat disetel kosongpedal gas yang berat, sulit menghidupkan mobil, mobil terasa tidak bertenaga, atau mesin terasa “gila”.

Semua busi harus segera diganti, bukan busi sebagian atau busi tua. Jika busi bisa diganti sedikit saja, tenaga mesin tidak akan bertambah. Di sisi busi yang tidak akan diganti suatu saat juga akan berdampak kuat.

Bagaimana memastikan kelayakan busi pada sebuah mobil bekas?

Pada proses pemanasan, bagian busi sangat besar. Tapi ada poin lain yang tidak begitu penting, yaitu thread.

Antara koil dan busi, saling bersentuhan. Koil yang rusak akan menyebabkan busi cepat mati. Sementara itu, busi yang tidak berfungsi dengan baik atau tidak bekerja sesuai spesifikasi akan mempengaruhi koil dan menyebabkan kerusakan pada ujungnya.

Pada mobil bekas, calon konsumen harus memperhatikan pencahayaan terutama posisi koil, apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Hal ini sesuai dengan umur koil sekitar 5 tahun.

Untuk memverifikasi kondisi mobil bekas, Otofriends tidak segan-segan memanfaatkan layanan pemeriksaan mobil bekas Otospector. Dari pengujian inspektur Otospector, calon pembeli mobil bekas akan mendapatkan gambaran tentang mobil yang mereka sukai, sehingga dapat menjadi indikator pengambilan keputusan yang dapat diandalkan.

Atau, mobil yang telah lulus uji dapat menerima garansi mesin dan transmisi, setidaknya 30 hari.

Tidak ada komentar untuk " Tips Perawatan Busi Mobil Untuk Hindari Mogok Di Jalan"